Pages

Subscribe:

Thursday, April 12, 2012

LAPORAN PRAKTIKUM 7 : STP (Spanning Tree Protocol)

1. Dasar Teori

Sudah jelas jaringan komputer adalah komponen yang sangat penting dari sebagian besar bisnis skala besar dan kecil. Administrator IT harus mengimplementasikan redundancy di network hirarkinya. Namun menambah link extra di switch dan router di jaringan memperkenalkkan kita pada traffic loop yang perlu di manage dengan cara yang dinamis; saat koneksi switch hilang, link yang lainnya dapat dengan cepat mengambil perannya tanpa harus menyebabkan traffic loop. Di chapter ini anda akan belajar bagaimana STP (Spanning-tree protocol) mencegah masalah loop di jaringan dan bagaimana STP telah berevolusi menjadi protocol yang secara rapid mengkalkulasi port mana yang sebaiknya di block sehingga, network berbasis VLAN dapat terbebas dari traffic loop.

Redundancy di jaringan hirarki

Masalah pada model desain hirarsial ditemukan di topologi jaringan yang datar. Salah satu nya adalah redundancy (Ketahanan). Redundancy pada layer 2 mengembangkan ketersediaan jaringan dengan mengimplementasikan jalur jaringan alternatif dengan equipment dan pemasangan kabel tambahan. Dengan memiliki banyak jalur untuk mentransfer data over the network memungkinkan jika jalur utama terganggu (disconnect, etc) tidak akan berdampak pada konektivitas antar device di jaringan. untuk lebih  jelas lihat gambar dibawah.



Semakin banyak device dan penambahan kabel akan meningkatkan redundancy di setiap layer. 






 Broadcast Storm (Badai Broadcast)

Broadcast storm terjadi saat banyak sekali frame broadcast yang tertangkap di Layer 2 loop (perulangan) dan mengakibatkan semluruh bandwidth habis dikonsumsi. Konsekuensinya, tidak ada bandwidth lagi yang tersedia untuk traffic data yang sah, dan jaringan menjadi tidak dapat lagi melakukan komunikasi data.

Broadcast storm tidak dapat dihindari pada jaringan yang memiliki loop. Semakin banyak device mengirim broadcast ke jalur data jaringan, semakin dan semakin banyak traffic data yang terjebak di loop, Broadcast storm = network FAIL ! (kegagalan jaringan)

Konsekuensi lainnya dari broadcast storm, karena traffic broadcast di teruskan oleh setiap port yang ada di switch, semua device yang terkoneksi harus memprocess setiap broadcast traffic yang tak terhitung jumlahnya di looped network (jaringan yang mengirimkan data secara berulang-ulang). Hal ini dapat menyebabkan device akhir (PC, laptop, etc) menjadi rusak (malfunction) karena tingginya keperluan proses untuk mempertahankan traffic load yang sangat tinggi di NIC (Network Interface Card).

Lihat gambar dibawah, The madness of broadcast storm.



Duplikat Unicast Frame

Broadcast frame bukanlah satu-satunya tipe frame yang terpengaruh oleh loop. Unicast frames yang di kirim ke looped network dapat menghasilkan frame duplikat yang tiba ke device tujuan. 



STP Topology

Redundancy meningkatkan ketersediaan jalur data jaringan dengan memproteksi jaringan dari kesalahan sekecil apapun, seperti kesalahan kabel atau switch. Saat redundancy diperkenalkan ke desain layer 2, loop dan duplicate frame muncul. loop dan duplicate frame dapat mengakibatkan beberapa konsekuensi di jaringan. Spanning Tree Protocol (STP) dikembangkan untuk menyelesaikan masalah diatas.

STP memastikan bahwa hanya ada satu jalur data secara logik antara semua destinasi tujuan frame dijaringan, dan dengan sadar memblokir jalur yang dapat mengakibatkan loop. Port yang diblokir artinya tidak ada traffic jaringan yang masuk atau keluar melalui port tersebut. Memblokir jalur redundant sangat penting untuk mencegah loop di jaringan. Jalur fisik (kabel) masih tersedia untuk berfungsi sebagai redundancy, namun jalur tersebut dinonaktifkan untuk mencegah munculnya loop. Jika jalur ini diperlukan untuk mengkompensasi kegagalan jaringan (network cable and switch failure), STP akan mengkalkulasi ulang jalur yang ada, dan membuka port yang dibutuhkan untuk memungkinkan jalur redundant menjadi aktif.




2. Alat dan Bahan
  • 1 unit PC dengan Software Packet Tracer 5.3.3 terinstall
3. Langkah Praktikum
  • Diberikan Skema jaringan seperti gambar dibawah
4 PC dan 3 Switch
  • Registrasikan pada port yang sesuai dengan table dibawah
PC 1 FastEthernet -> S2 FastEthernet 0/11
PC 2 FastEthernet -> S2 FastEthernet 0/18
PC 3 FastEthernet -> S2 FastEthernet 0/6
PC 4 FastEthernet -> S1 FastEthernet 0/3
S2 FastEthernet0/2 -> S3 FastEthernet0/2 
S2 FastEthernet0/1 -> S1 FastEthernet0/1
S1 FastEthernet0/2 -> S3 FastEthernet0/1


PC 1 IP Address           : 172.17.10.21
         Subnet Mask       : 255.255.255.0  
         Default Gateway : 172.17.10.254
PC 2 IP Address           : 172.17.10.22
         Subnet Mask       : 255.255.255.0
         Default Gateway : 172.17.10.254
PC 3 IP Address           : 172.17.10.23
         Subnet Mask       : 255.255.255.0
         Default Gateway : 172.17.10.254
PC 4 IP Address           : 172.17.10.27
         Subnet Mask       : 255.255.255.0
         Default Gateway : 172.17.10.254

Konfigurasi setiap Device

  • Konfigurasi Global Configuration di setiap Switch

Switch(config)#Hostname s1
s1(config)#enable secret class
s1(config)#no ip domain-lookup
s1(config)#line console 0
s1(config-line)#password cisco
s1(config-line)#login
s1(config-line)#line vty 0 15
s1(config-line)#password cisco
s1(config-line)#login 
s1(config-line)#end 

Shutdown interface yang tidak digunakan

  • Shutdown Semua Interface di Semua switch

S1(config)#interface range fa0/1-24 
S1(config-if-range)#shutdown 
S1(config-if-range)#interface range gi0/1-2 
S1(config-if-range)#shutdown  
  • Aktifkan kembali beberapa port yang digunakan di Semua switch
S1(config)#interface fa0/1, fa0/3 
S1(config-if-range)#no shutdown 
Sisanya menyesuaikan dengan tabel addressing 


Aktifkan beberapa port yang digunakan

  • Access Mode

S1(config)#interface fa0/3
S1(config-if)#switchport mode access 
S1(config-if)#no shutdown 

Switchport mode trunk

  • Trunk Mode

S1(config-if-range)#interface range fa0/1, fa0/2 
S1(config-if-range)#switchport mode trunk 
S1(config-if-range)#no shutdown  

Konfigurasi address setiap interface di switch
S1(config)#interface vlan1 
S1(config-if)#ip address 172.17.10.1 255.255.255.0 
S1(config-if)#no shutdown 

Show spanning tree command 













»»  Baca Selengkapnya...

Wednesday, April 4, 2012

LAPORAN PRAKTIKUM 6 : VTP (Virtual Trunking Protocol)


1. Dasar Teori

Seiring berkembangnya jaringan untuk usaha kecil atau menengah, manajemen dibutuhkan dalam mengelola perkembangan jaringan. Dalam tugas sebelumnya, Anda belajar bagaimana untuk membuat dan mengelola VLAN dan trunks menggunakan command  Cisco IOS. Fokusnya adalah pada pengelolaan informasi VLAN pada switch tunggal. Tapi bagaimana jika Anda memiliki banyak switch yang akan dikelola? Bagaimana Anda akan mengelola database VLAN di switch dengan jumlah banyak? Dalam bab ini, Anda akan menjelajahi bagaimana Anda dapat menggunakan VLAN Trunking Protocol (VTP) switch Cisco Catalyst untuk menyederhanakan manajemen database VLAN di beberapa switch.

VTP memungkinkan pengelola jaringan untuk mengkonfigurasi switch sehingga akan menyebarkan konfigurasi VLAN (yaitu VTP Server) untuk switch lain dalam jaringan. Switch dapat dikonfigurasi sebagai VTP server atau VTP client. VTP hanya support normal-range VLAN (VLAN ID 1-1005). Extended-range VLAN (ID lebih besar dari 1005) tidak didukung oleh VTP.
VTP memungkinkan seorang admin jaringan untuk membuat perubahan pada switch yang dikonfigurasi sebagai VTP server. Pada dasarnya, VTP server mendistribusikan dan mensinkronisasi informasi VLAN untuk switch VTP-enabled seluruh jaringan diaktifkan, yang dapat meminimalkan masalah yang disebabkan oleh konfigurasi yang tidak benar dan inkonsistensi konfigurasi. VTP menyimpan konfigurasi VLAN dalam database VLAN yang disebut vlan.dat.


lebih mudahnya lihat kedua gambar dibawah


Admin menambahkan VLAN 30 ke S1,S2,dan S3.

Lebih sederhana dengan VTP bukan ?
http://belajarcomputernetwork.files.wordpress.com/2010/11/vtp.jpg

Komponen VTP

Ada beberapa komponen kunci yang wajib anda ketahui ketika belajar tentang VTP. Berikut ini adalah deskripsi singkat dari komponen :
  • VTP Domain-terdiri dari satu atau lebih switch yang saling berhubungan. Semua switch dalam berbagi informasi domain konfigurasi VLAN menggunakan VTP advertisement.
VTP Domain
  • VTP Mode-Switch dapat dikonfigurasi menjadi salah satu dari tiga mode : Server, Client, dan Transparent.
  1. VTP Server-VTP server meng-advertise informasi VLAN VTP domain ke VTP-enable switch yang lain di domain yang sama.  VTP server menyimpan informasi VLAN untuk seluruh domain dalam NVRAM. Server, tempat di mana VLAN dapat dibuat, dihapus, atau diubah namanya untuk domain.
  2. VTP Client-VTP Client berfungsi dengan cara yang sama seperti VTP server, tetapi Anda tidak dapat membuat, mengubah, atau menghapus VLAN pada klien VTP. VTP client hanya menyimpan informasi VLAN untuk seluruh domain tersebut selama switch menyala (ON). Jika switch di reset, informasi VLAN yang ada akan terhapus. Anda harus mengkonfigurasi VTP Client mode (lagi) di switch.
  3. VTP Transparent-Switch Transparent mem-forward advertisement VTP ke VTP client dan VTP server. Switch transparan tidak berpartisipasi dalam VTP. VLAN yang dibuat, diganti namanya, atau dihapus dalam Switch transparan ini hanya  berefek pada switch itu sendiri.
VTP-MODE
  • VTP Advertisement-VTP menggunakan hierarki untuk mendistribusikan dan mensinkronisasi konfigurasi VLAN di seluruh jaringan.
  • VTP pruning meningkatkan bandwidth jaringan yang tersedia dengan membatasi lalu lintas yang terlalu padat ke link trunk tersebut lalu lintas yang harus gunakan untuk mencapai perangkat tujuan.

Keuntungan

  1. Konfigurasi VLAN yang konsisten disemua switch di network
  2. Memungkinkan VLAN-VLAN yang ada untuk memiliki trunk link melalui media network yang beragam (Ethernet/RJ45/UTP cable dengan ATM Lane atau dengan FDDI)
  3. Tracking dan Monitoring VLAN dengan akurat
  4. Reporting yang dinamis tentang VLAN-VLAN yang ada yang ditambahkan ke semua switch di domain
  5. Menambahkan VLAN melalui / dengan / secara plug and play 
     

2. Tujuan

Setelah melakukan Praktikum, mahasiswa diharapkan :
  1. Dapat menjelaskan peran VTP di jaringan dengan banyak switch
  2. Dapat menjelaskan operasi dari VTP termasuk domain, mode, advertisement, dan pruning
  3. Mengkonfigurasi VTP di jaringan dengan banyak switch
     

3. Langkah-langkah Praktikum

  •  Diberikan Skema jaringan sebagai berikut :

Task 1 : Konfigurasikan Switch 1 sebagai VTP Server

Step 1. Konfigurasi command mode VTP
S1 akan kita gunakan sebagai server untuk VTP. set S1 ke mode server. 
S1(config)#vtp mode server

Device mode already VTP SERVER. Switch telah di set ke server mode secara default. Namun, penting bagi anda untuk melakukan command ini untuk memastikan bahwa switch telah berada dalam mode server.

Step 2. Konfigurasi VTP domain name
Setting VTP domain name S1 dengan CCNA. Ingat, VTP domain name membedakan huruf bersar dan kecil (case sensitive). 
S1(config)#vtp domain CCNA

Changing VTP domain name from NULL to CCNA
S1(config)#

Step 3. Konfigurasi Password VTP domain
Setting cisco sebagai password VTP domain. Ingat, password VTP domain password case sensitive.

S1(config)#vtp password cisco
Setting device VLAN database password to cisco
S1(config)#

Step 4. Konfirmasi perubahan konfigurasi
S1#show vtp status
 S1#show vtp password

Task 2: Setting S2 dan S3 menjadi VTP client

Step 1. Konfigurasikan VTP client mode command.
S2 dan S3 akan menjadi VTP client. Set kedua switch ini ke mode client.
S1(config)#vtp mode client

Step 2. Configure the VTP domain name.
Sebelum Client VTP dapat menerima advertisement dari server, mereka harus berada di domain yang sama. Set domain name menjadi CCNA.
S1(config)#vtp domain name CCNA


Step 3. Configure the VTP domain password.
Seperti langkah sebelumnya, set password cisco
S1(config)#vtp password cisco 

Step 4. Confirm configuration changes.
S1#show vtp status
S1#show vtp password

Task 3: Konfigurasikan VLAN di S1

VLAN dapat di buat di VTP server dan didistribusikan ke switch lain di VTP domain. Di tugas ini anda akan membuat 4 VLAN baru di VTP server, S1. VLAN ini akan didistribusikan ke S2 dan S3 via VTP.

Step 1. Buat VLAN 
Buat VLAN dengan command seperti dibawah.
S1#configure terminal
S1(config)#vlan 10
S1(config)#name Faculty/Staff
S1(config)#vlan 20
S1(config)#name Students 
S1(config)#vlan 30
S1(config)#name Guest(Default)
S1(config)#vlan 99
S1(config)#name Management&Native 

Step 2. Verifikasi VLAN
Gunakan show vlan brief untuk memverifikasi vlan dan namanya.
S1#show vlan brief




Task 5: Konfigurasikan Trunk di S1, S2, dan S3 

Gunakan switchport mode trunk untuk men-set mode trunk untuk semua link trunk. gunakan switchport trunk native vlan 99 untuk men-set VLAN 99 sebagai VLAN native.

Step 1. Konfigurasikan FastEthernet 0/1 dan FastEthernet 0/3 di S1 untuk trunking
S1#configure terminal
S1(config)#interface fastEthernet 0/1
S1(config-if)#switcport mode trunk
S1(config-if)#switchport trunk native vlan 99
S1(config-if)#exit
S1(config)#interface fastEthernet 0/3
S1(config-if)#switchport mode trunk
S1(config-if)#switchport trunk native vlan 99

Gunakan perintah show interface fastEthernet 0/1 switchport untuk memverifikasi trunk yang telah dibuat.
S1#show interface fastEthernet 0/1 switchport

 

Gunakan perintah show interface fastEthernet 0/3 switchport untuk memverifikasi trunk yang telah dibuat. 
S1#show interface fastEthernet 0/3 switchport     



Step 2.  Konfigurasikan fastEthernet 0/1 di S2 untuk trunking
S1(config)#interface fastEthernet 0/1
S1(config-if)#switcport mode trunk
S1(config-if)#switchport trunk native vlan 99
S1(config-if)#end

Step 3.  Konfigurasikan fastEthernet 0/3 di S3 untuk trunking 
S1(config)#interface fastEthernet 0/3
S1(config-if)#switchport mode trunk
S1(config-if)#switchport trunk native vlan 99
S1(config-if)#end

Task 6: Verifikasi VTP status

Gunakan show vtp status dan show vlan brief, verifikasi hal berikut :
  • S1 harus menunjukkan status sebagai server
  • S2 dan S3 harus menunjukkan status sebagai client
  • S2 dan S3 harus memiliki VLAN dari S1

Task 7: Assign VLAN to Port
Gunakan switchport mode access untuk men-set access mode. Gunakan switchport access vlan vlan-id untuk meng-assign VLAN ke port.

Step 1. Assign VLAN ke port yang ada di S2
S2#configure terminal
S2(config)#interface fastEthernet 0/1
S2(config-if)#switchport mode access
S2(config-if)#switchport access vlan 10
S2(config-if)#exit
S2(config)#interface fastEthernet 0/18
S2(config-if)#switchport mode access
S2(config-if)#switchport access vlan 20
S2(config-if)exit
S2(config)#interface fastEthernet 0/6 
S2(config-if)#switchport mode access
S2(config-if)#switchport access vlan 30
S2(config-if)#end
 
Step 2. Assign VLAN ke port yang ada di S3
Identik dengan step 2 
S2#configure terminal
S2(config)#interface fastEthernet 0/1
S2(config-if)#switchport mode access
S2(config-if)#switchport access vlan 10
S2(config-if)#exit
S2(config)#interface fastEthernet 0/18
S2(config-if)#switchport mode access
S2(config-if)#switchport access vlan 20
S2(config-if)exit
S2(config)#interface fastEthernet 0/6 
S2(config-if)#switchport mode access
S2(config-if)#switchport access vlan 30
S2(config-if)#end
 

Task 8: Verifikasi impementasi VLAN dan lakukan tes koneksi

Step 1. Verifikasi konfigurasi VLAN dan port Assignment.
Gunakan show vlan brief untuk memverifikasi konfigurasi VLAN dan port assignment di setiap switch.

Step 2. Tes konektivitas antara PC
Ping untuk PC yang berada di VLAN yang sama harus sukses, sementara ping antara PC yang berada di VLAN yang berbeda akan gagal.
Dari PC 1 ping PC 4
Dari PC 2 ping PC 5
Dari PC 3 ping PC 6

 
     





 

 
»»  Baca Selengkapnya...