Pages

Subscribe:

Wednesday, October 24, 2012

LAPORAN 4 - DHCP SERVER

Dasar Teori

Alamat IP (IP Address; sering disingkat IP) adalah angka 32-bit yang menunjukkan alamat dari sebuah komputer pada jaringan berbasis TCP/IP
pengiriman data dalam jaringan TCP/IP berdasarkan IP address komputer pengirim dan komputer penerima

Pengalamatan IP address
Static IP = IP yang tetap, tidak berubah, namun dikonfigurasi secara manual
Dynamic IP = IP berubah, namun dikonfigurasi otomatis oleh system, yaitu DHCP

DHCP
Protokol Konfigurasi Hos Dinamik (PKHD) ( bahasa Inggris: Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) ) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server. DHCP didefinisikan dalam RFC 2131 dan RFC 2132 yang dipublikasikan oleh Internet Engineering Task Force. DHCP merupakan ekstensi dari protokol Bootstrap Protocol (BOOTP). DHCP sangat berguna di jaringan yang memiliki banyak client, bayangkan jika didalam sebuah jaringan dengan 100 lebih client anda harus mengkonfigurasinya satu persatu (-_-" ).
DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan "penyewaan" alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:
1.    DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
2.    DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
3.    DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
      4.    DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan   paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokolTCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.
 
DHCP Scope
DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client. Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh seorang administrator dengan menggunakan peralatan konfigurasi DHCP server. Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai tiga hari. Informasi mengenai DHCP Scope dan alamat IP yang telah disewakan kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam DHCP server. Nilai alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari DHCP Pool yang tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasiDHCP Scope.
DHCP Lease
DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server. Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa oleh seorang administrator dengan menggunakan beberapa peralatan konfigurasi (dalam Windows NT Server dapat menggunakan DHCP Manager atau dalam Windows 2000 ke atas dapat menggunakan Microsoft Management Console [MMC]). DHCP Lease juga sering disebut sebagai Reservation.
DHCP Options
DHCP Options adalah tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan oleh DHCP ke DHCP client. Ketika sebuah klien meminta alamat IP kepada server, server akan memberikan paling tidak sebuah alamat IP dan alamat subnet jaringan. DHCP server juga dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa agar memberikan tambahan informasi kepada klien, yang tentunya dapat dilakukan oleh seorang administrator. DHCP Options ini dapat diaplikasikan kepada semua klien, DHCP Scope tertentu, atau kepada sebuah host tertentu dalam jaringan.

Tugas Pendahuluan :


Pc Server :
Masuk sebagai root terlebih dahulu dengan perintah :
[sudo] password for nb9:

1. Menginstall Dhcp Server dengan perintah :
root@nb9-laptop:/home/nb9# apt-get install dhcp3-server

2. Mengatur DHCP Server dengan perintah :
root@nb1-laptop:/home/nb9# nano /etc/dhcp3/dhcpd.conf
# A slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 172.10.0.0 netmask 255.255.255.0 {
range 172.10.0.10 172.10.0.20;
# option domain-name-servers ns1.internal.example.org;
# option domain-name "internal.example.org";
#  option routers 10.5.5.1;
#  option broadcast-address 10.5.5.31;
   default-lease-time 600;
   max-lease-time 7200;
}

3. setelah mengatur DHCP Server, lakukan perintah restart dibawah ini :
root@nb1-laptop:/home/nb1# /etc/init.d/dhcp3-server restart
 
PC Client :
Linux
1. Melakukan konfigurasi pada PC Client dengan perintah :
root@nb1-laptop:/home/nb1# nano /etc/network/interfaces
auto lo
iface lo inet loopback

auto eth0
iface eth0 inet dhcp

2. lalu restart network dengan perintah :
root@nb1-laptop:/home/nb1# /etc/init.d/networking restart

3. setelah restart silahkan liat IP dari PC Client dengan  perintah :
root@nb1-laptop:/home/nb1# ifconfig

jika hasilnya seperti diawah ini berarti percobaan sudah benar
eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 00:26:22:15:d5:dd 
          inet addr:172.10.0.13  Bcast:172.10.0.255  Mask:255.255.255.0
          inet6 addr: fe80::226:22ff:fe15:d5dd/64 Scope:Link
          UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
          RX packets:10669 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
          TX packets:968 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
          collisions:0 txqueuelen:1000
          RX bytes:830724 (830.7 KB)  TX bytes:106704 (106.7 KB)
          Interrupt:18 


Windows
1. Buka Network and sharing center panel, kemudian set "Obtain IP address automatically".
 
 
 


No comments:

Post a Comment